Kamis, 09 Juli 2015

Different - Chapter 10




Warning: Jangan membaca jika anda tidak menyukai tulisan saya. Cerita ini murni dari otak saya tanpa ada satupun ide yang menjiplak dari orang lain, jadi di mohon untuk tidak meniru, menjiplak atau meng copy tulisan saya tanpa izin dari saya. Mohon maaf untuk banyaknya typo, tulisan yang tidak jelas, anehnya alur cerita dan kurang menariknya cerita. Semua kesalahan kembali lagi kepada saya yang hanya manusia biasa. Selamat menikmati cerita buatan saya ini.






“Ya, dia jauh terlihat lebih hidup sekarang, tapi itu bukan karena aku. Ada orang lain yang membuatnya menjadi seperti sekarang.”

***

            Sudah seminggu berlalu semenjak hari terakhir Justin bersama Summer karena tuntutan sebuah quiz, di mana hari terakhirnya ia jalani bersama Selena atas permintaan gadis tersebut. Seminggu itu pula Justin terus memikirkan kata-kata terakhir Selena yang tetap tidak ia mengerti maksudnya. Sudah beberapa kali lelaki itu mengajak Selena jalan hanya untuk bertanya maksud dari perkataan wanita itu, tetapi wanita itu tetap saja meminta Justin untuk mencari tau sendiri maksud dari perkataan tersebut.

            “Aku rasa gadis itu memiliki perasaan khusus untuk mu, melebihi perasaannya dulu”

            Kata-kata Selena terus terngiang di kepala Justin setiap waktu, dan tiap waktu juga Justin lakukan untuk mengerti maksud dari perkataan itu. tapi hasilnya nihil, ia tetap saja tidak mengerti maksudnya.

            Justin baru saja akan mengirim pesan ke pada Selena untuk mengajak wanita itu jalan kembali demi menanyakan kembali maksud perkataan tersebut, tetapi niat itu ia urungkan saat sebuah pesan dari Schooter memberitahukannya untuk datang ke studio masuk ke Hp nya. Justin pun segera mengganti pakaiannya dan pergi menuju Studio menggunakan mobil Ferrari putihnya.
            Sesampainnya di studio lelaki itu segera duduk bergabung dengan beberapa crew nya yang telah berkumpul di sana dan membahas tentang lagu barunya sedang dalam tahap pengeditan. Setelah selesai berbincang Justin pun mendudukan dirinya di atas sofa empuk tepat berada di sebelah Alfredo yang memang sejak tadi telah duduk di sana.

            “Hei, kudengar kau merekam lagu bersama salah satu pemenang Quiz.” Ucap Fredo yang membuat Justin memalingkan mukanya ke arah lelaki tersebut.
            “Ya, gadis terakhir dari ketiga gadis yang memenangkan Quiz tersebut. Suaranya Bagus untuk di jadikan teman duet ku.”
            “Summer? Gadis polos itu?” Justin terkekeh saat Alfredo mengatakan Summer gadis polos.
            “Dia benar-benar gadis yang polos dan menggemaskan. Aku bahkan tidak bisa berhenti tersenyum saat mengingat seluruh tingkah lucunya.”
            “Dia gadis yang menarik bukan?”
            “Bukan hanya menarik, dia juga gadis yang berbeda dari gadis-gadis lainnya.”      
            “Berbeda? Apa yang berbeda darinya?”
            “Aku selalu dapat menebak apa keinginan-keinginan dari setiap gadis itu tetapi darinya, aku bahkan tidak dapat menebak satupun apa yang dia inginkan. Aku selalu terkejut dengan permintaannya yang bahkan tidak pernah ku bayangkan. Kau tau? Di hari pertama seluruh gadis yang bersama ku akan meminta segala hal-hal romantis bersama ku dan mau di perlakukan layaknya kekasihku tetapi dia bereda. bDi saat yang lain memintaku untuk kencan romantis di luar agar orang-orang akan melihatnya ia justru meminta untuk datang ke rumah ku, menjelajah seluruh ruangan di rumahkku sekaan menjelajah sebuah pulau. Bahkan dia mengatakan rumahku adalah sebuah labirin.” Alfredo tertawa mendengar kata-kata terakhir Justin.
            “She is right dude, you have BIG house” Justin ikut tertawa.
            “Dan yang paling tidak ku sangka itu saat ia meminta ku untuk menjadikannya bahan pelampiasan emosi. Dia memintaku melampiaskan semua kekesalan dan kesedihan ku padanya seakan dia adalah oranng yang membuatku seperti itu. Baru pertama kali aku menemukan gadis se aneh dia.”
            “Lalu kau melakukannya?”
            “Tentu saja tidak, memangnya aku gila?! Tapi sepertinya dia tetap mau aku mengeluarkan seuruh emmosi ku jadi dia membawaku ke pantai dan memintaku berteriak sekencang-kencangnya untuk mengeluarkan seluruh emosi ku, Dan dia berhasil. Dia melakukan itu padaku padahal dia sendiri memiliki masalah yang sama beratnya dengan ku. Aku mendapatkan banyak pelajaran darinya.”

            Pada akhirnya Justin menceritakan seluruh kenangannya bersama Summer selama seminggu kepada Fredo dan senyum lelaki itu tidak hentinya berembang di bibirnya. Dan melihat hal itu pun Fredo tau kalau Justin sungguh menikmati waktu khususnya bersama Summer dan berharap Justin bisa lebih sering bersama dengan Summer. Fredo merasa kalau Justin bisa menjadi dirinya sendiri saat bersama denga Summer.

***

            Musim telah berganti. Bunga dan dedaunan mulai kembali bertumbuhan menggantikan warna putih es yang telah mencair. Semerbak harum bunga tercium dengan sangat jelas di hidung Summer yang tengah terduduk di bangku taman. Hari ini hari minggu dan summer tengah menghabiskan hari itu dengan pergi jalan dengan Kevin. Kevin dan Summer kini telah kembali dekat sebagai teman, mereka sering menghabiskan waktunya bersama untuk jalan bersama meski hanya sekedar menonton film atau pun duduk minum di Cafe favorit mereka. Dan rencana jalan mereka kali ini adalah berjalan-jalan di taman sambil mencari inspiras untuk tugas karya seni mereka yang nantinya akan di pamerkan di pameran sekolah. Dengan berbekal buku gambar, pensil dan penghapus mereka duduk di tamann mencari pemandangan indah yang dapat di jadikan objek gambar mereka. Sesekali mereka bercanda dan menertawai gabar masing-masing yang mulai mereka toreskan ke kertas. Kira-kira sudah tiga kertas lebih yang Summer buang kareana Kevin yang terus mengganggu konsentrasinya untuk menggambar. Kevin hanya bisa tertawa melihat wajah kesal Summer karena ulahnya. Mereka terus melakukan aktifitas menggambar dan bercanda itu hingga waktu telah meunjukkan angka 1 siang. Suara lapar dari perut Summer membuat Kevin kembali menertawakan gadis itu yang kini hanya bisa terdiam malu. Pada akhirnya mereka berdua puun menghentikan aktifitas menggambar mereka dan pergi berkeliling taman untuk mencari makanan yanng bisa mereka makan.
            Tidak jauh dari tempat mereka duduk sebelumnya terdapat sebuah gerobak yang menjual Hotdog, Summer dan kevin pun memutuskan pergi kesana untuk membeli Hotdog tersebut. Mereka masih saja bercanda saat penjual memberikan pesanan hotdog mereka. Mereka pun menghentikan candaan mereka dan mengambil hotdot tersebut dan membayarnya. Mereka pun berjala menjauhi gerobag hotdog terebut sambil memakan hotdogg tersebut. Tiba-tiba Kevin kembali tertawa saat melihat wajah Summer yang celemotan saus mayonise. Summer yang kesal di tertawakan pun menyolek saos mayonais dari hotdognya dan memeperkannya tepat di pipi Kevin dan kemudian gadis itu berlari kabur sambil tertawa. Kevin pun ikut berlari mengejar Summer hingga akhirnya gadis itu lah yang berhenti karena kelelahan. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menghabiskan hotdog mereka dengan serius tanpa bercanda. Mereka terus berjalan sambil menyantap hotdog mereka masing-masing, sesekali mereka berbincang-bincang mengenai pelajaran, tugas atau hal lainnya yang membuat mereka semakin akrab.

            Ditaman yang sama, yanng berada tidak jauh dari Summer Justin dan Selena tengah berjalan mengelilingi taman. Beberapa Paparazzi terus mengikuti mereka dan memfoto mereka berdua yang tengah berjalan-jalan di taman tersebut. Ya, Dunia tengah gempar sekarang dengan gosip kembalinya mreka berdua. Tapi sesungguhnya hanya merea berdualah yang tau bagaimana hubungan mereka kini sebenarnya. Mereka hanya diam tak berkomentar atau pun membenarkan kabar itu membuat dunia menyanngka kalau kabar itu benar adanya.
            Justin dan Selena terus berjalan, berusaha tidak menghiraukan para paparazzi yang mengikuti mereka terus sejak di tempat pertama mereka bertemu. Sesungguhnya Justin sudah sangat kesal karena dia tidak bisa berjalan bebas lagi tanpa kamera mengikuti. Hanya semiggu, seminggu bersama Summer lah yang membuatnya tenang dan dama karena permintaan gadis itu yanng meminta paparazzi untuk tidak mengikuti mereka. Justin sungguh menikmati hari-harinya bersama Summer waktu itu waktunya yang indah dan tenang.
            Di sepanjang perjalanan di taman itu sesekali Justin masih saja terus menanyakan maksud perkataan selena waktu itu dan wanita itu tetap saja kukuh tidak ingin mengatakan mksudnya kepada Justin. Justin baru saja akan kembali menyanyakannya soal perkataan itu kepada wanita itu saat ia melihat Summer dan Kevin yang kini telah berjalan berlawanan arah tepat di depannya. Justin menghentikan jalannya tepat di saat Summer sadar akan keberadaannya yanng membuat gadis itu juga menghentikan jalannya. Selena yanng berada di sebelah Justin agak kaget dengan berhentinya justin secara mendadak hingga akhirnya ia juga menyadari akan keberadaan Summer di depannya.

            “Hi” sapa Selena kepada Summer yang terdiam kaku di depannya.
            Summmer yang menyadari kalau sapaan selena untuknya pun segera menggelengkan kepalanya pelan dan membalas sapaan tersebut meski denggan canggung.

            “H—ai”
            “How are you?”
            “I’m Good.”
            “Emm.. Siapa yang ada di sebelah mu itu?” tanya selena sambil mengangkat sebelah alisnya.
            “Ah, perkenalkan ini Kevin—teman ku.”
            “Hi Kevin” sapa Selena ramah yang di balas anggukan dan senyuman oleh Kevin.
            “Apa yang sedang kalian lakukan berdua di sini?” tanya Selena lagi.
            “Kami hanya sedang berjalan-jalan sambil mencari inspirasi dan objek untuk tugas gambar kami yang akan di pajang di pameran sekolah kami”
            “Apa kalian sudah menemukan objek gambarnya?”
            “Belum. Kevin terus menggangguku, membuatku tidak bisa berkonsentrasi menggambar”
            “woah! Kenapa kau menyalahkan aku? Kau saja yang memang tidak bisa menggambar.” Ledek kevin.
            “Enak saja! Kau saja yang terus menggangguku. Menggambar itu butuh konsentrasi tau, dan kau mengganggu konsentrasi ku.” Balas Summer yang membuat Selena tertawa melihat dua orang yang tengah saling melempar tuduhan di depannya itu.
            “Sudah, sudah. Bagaimana kalau kalian bergabung dengan kami untuk mencari objek gambar kalian? Mungkin aku atau Justin bisa membantu kalian. Benar begitukan Justin?” tanya Selena kepada Justin yang membuat Justin terkaget.
            “Ah i—iya”

            Summer dan Kevin terdiam. Kevin menatap Summer yang tengah berfikir. Lelaki itu tau kalau sebenarnya Summer cemburu melihat Justin bersama Selena dan gadis itu tengah berusaha menekan perrasaannya tersebut. Kevin hanya bisa terdiam menunggu Summer memutuskan jawabannya.

            “Ayolah. Akan lebih mudah jika melakukannya bersama-sama bukan. Aku bisa membantu mu.” bujuk Selena. Setelah terdiam selama beberapa lama Summer pun menganggukan kepalanya tanda setuju. Mereka berempat pun pada akhirnya berjalan besama mengelilingi taman tersebut, mencoba mencari pemandangan yang bagus untuk di jadikan objek gambar Summer dan Kevin.

            Setelah berjalan cukup lama pada akhirnya mereka menemukan tempat yang pas untuk menjadi objek gambar Summer dan Kevin. Mereka berempat memutuskan untuk duduk di atas rumput. Summer yang sejak tadi sudah merasa canggung pun memisahkan diri dengan duduk lebih jauh kedepan yang kemudian di ikuti oleh Kevin, lelaki itu duduk di sebelah Summer.

            “Apa kau baik-baik saja? Sejak tadi kau terus termenung saat Selena mengajakmu berbicara.” Tanya Kevin khawatir.
            “You know i’m not ok Kev. It’s—hurt.” Jawab Summer lebih terdengar seperti bisikan.
            “Apa kau mau kita memisahkan diri dan mencari objek gambar di tempat lain?” Tanya Kevin lagi. Summer hanya menjawab dengan gelengan yang kemudian membuat Kevin hanya bisa menghembuskan nafas berat. Lalu pada akhirnya Kevin menngelus lembut rambut Summer, mencoba membuat gadis itu tegar dan lebih tenang.
            “Aku tau kau mampu melalui ini. Kamu adalah gadis yang kuat.” Summer menatap ke arah mata Kevin saat lelaki itu menngiburnya, kemudian gadis itu pun tersenyum kecil dan mengangguk.
            “Yeah, i can do this. Jadi ayo kita lanjutkan tugas menggambar kita.” Ajak Summer yang kemudian mulai membuka seluruh perlengkapan menggambarnya. Mereka berdua siap untuk menggambar Sebuah kebun bunga yang besrsebelahan dengan danau luas yang memiliki air tenang tetapi tatapan mata Summer tidak bisa lepas dari objek yang lebih indah yang berada di belakangnya, Justin Bieber. Kevin tengah fokus menggambar pemandangannya di depannya sedangkan Summer sepertinya telah mendapatkan objek lain. Gadis itu secara diam-diam mencuri pandang ke arah Justin untuk menggambar Justin yang tengah asyik mengobrol dengan Selena. Dengan pelan tapi pasti gadis itu menggambar sosok Justin yang ssekali tatapannya menatap ke penjuru taman menatap para anak kecil yang tengah bermain, Summer hanya bisa tersenyum kecil saat melihat hal tersebut. Summer memfokuskan menggambar Justin sambil hatinya terus menekan perasaannya agar tidak merasa sakit saat gadis itu menatap Justin yang tengah tertawa lepas bersama Selena. Sedikit demi sedikit gambar Summer mulai terbentuk dan terlihat indah bak aslinya. Kevin hanya bercanda saat berkata gambar Summer jelek karena aslinya Summer adalah penggambar yanng handal, bahkan Kevin pernah mendapatkan gambar dirinya buatan Summer sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 18 beberapa bulan yang lalu. Gambar hasil buatan Summer benar-benar terlihat seperti aslinya dan semua mengakui itu. Gadis itu, gadis yang berbakat.

           
            Di sisi lain, Justin yang terduduk tepat di belakang Summer berdua dengan Selena juga diam-diam mencuri pandang ke arah gadis di depannya itu. Rasa kesal datang saat melihat gadis itu begitu dekat dengan lelaki yang pernah menjadi kekasi gadis itu atau bahkan kini telah kembali, Justin tidak tau. Yang Justin tau adalah kini gadis itu telah kembali dekat dengan lelaki itu entah sejak kapan. Hatinya terasa sakit saat melihat gadis itu menatap lekat mata Kevin dan tersenyum manis ke lelaki itu, tatapan dan senyuman yang dulu pernah tertuju padanya. Hati Justin bergemuruh tak karuan membuat rasanya ia ingin memisahkan kedua orang itu sekarang juga atau pergi menjauh dari sana agar tidak melihat pemanangan memuakkan tersebut. Tapi ia tidak bisa, ia tertahan dengan Selena di sana. Pada akhirnya Justin memutuskan untuk memalingkan pengelihatannya ke arah lain, ke arah sekeliling taman yang penuh dengan reaja, anak-anak dan para orang tua yang tenga bersantai di taman tersebut. Ia mampu tersenyum kembali saat melihat sekumpulan anak-anak kecil tengah berman ceria yang membuatnya ingat dengan adiknya, adik-adik kesayangannya. Saat sedang asyik memandanngi anak-anak itu selena mengejutkannya.

            “Menikmati pemandangan?”  tanya Wanita tersebut sambil terrsenyum
            “Ya. Melihat para anak-anak bermain membuatku teringat dengan Jaxon dan jazmyn. Aku jadi merindukan mereka.”
            “Datang lah mengunjungi mereka, Mereka pasti juga merindukanmu.”
            “Kalau itu aku juga sudah tau.”
            “Ah, aku lupa kalau kau itu adalah si tuan yang kelebihan percaya diri” ucap Selena yang sukses membuat Justin tertawa.


Summer telah menyelesaikan gambarnya yang ke dua bertepatan saat Kevin menyelesaikan gambar pemandangannya. Mereka berdua tersenyum puas saat melilhat bahwa tugas menggambar mereka telah terselesaikan dengan sangat bagus. Mereka pun segera membereskan bawarang-barang mereka, bangkit dari posisi duduk mereka dan berjalan mendekati Justin dan Selena yang tengah asyik sendiri.

“Kami telah menyelesaikan tugas menggambar kami”, ucap Kevin yang membuat Justin dan Selena kini menatapnya dan Summer yang berdiri di depan mereka.
“Really? Aku mau lihat gambar kalian, boleh tidak?”, ucap Selena bersemangat yang kemudian di balas anggukan oleh Kevin. Selena pun segera meraih buku gambar Kevin dan melihat gambar-gambar yang ada di buku itu sedangan Justin hanya terdiam memperhatikan.

“Gambar mu bagus. No, iin lebih dari kata bagus. Ini Perfect” puji selena.
“Terimaksih.Tapi ini tidak sebagus gambar Sam. Jujur saja dia itu penggambar yang handal. Kau akan tercengangang jika melihat gambar buatannya.”
“Benarkah? Boleh aku melihat gambarmu Juga Sam?” Tanya Selena yang membuat tubuh Summer terkaku.
Summer hanya terdiam sambil memeluk buku gambarnya semakin erat. Melihat hal itu Selena pun mengerti kalau gadis itu tidak mengizinkan dirinya untuk melihat gambarnya. Selena pun hanya tersenyum pada gadis itu.

“So—Sorry” Ucap Summer pelan.
“It”s Ok. Aku mengerti dan aku tidak akan memaksa.” Balas Selena.
“Ah, Bagaimana kalau kita membeli ice cream?” Usul selena untuk menghilangkan kecanggungan yang terjadi. Semua pun menngangguk mengiyakan ajakan Selena tersebut.

“Biar aku yang membeli” Ucap Justin dan Kevin bersamaan membuat Selena dan Summer memandang mereka dan tertawa.
“Baiklah, kalau begitu biar para lelaki saja yang membeli ice cream sedangkan kita duduk menunggu di sini.” Usul Selena kembali.
“Aku ingin Ice cream rasa Strobery” ucap Selena kemudian.
“Aku—u”
“-kau rasa Coklat kan” potong Kevin yang sudah tau rasa kesukaan Summer. Sumer pun hanya mengangguk mengiyakan. Justin yang melihat kedekatan antara Kevin dan Summer semakin merasa kesal sendiri, Pada akhirnya ia pun memutuskan untuk pergi tanpa memperdulikan Kevin yang masih tertinggal di belakang.


Saat Justin dan Kevin tengah membeli Ice cream Selena dan Summer pun memutuskan untuk duduk kembali. Mereka duduk bersebelahan dalam diam hingga akhirnya Selena kembali membuka suara.

“Kevin terlihat sangat dekat dan mengerti dirimu, apa benar kalau dia hanya seorang teman untukmu?”
Summer yang tadinya termenung pun kini menatap Selena. “Kami memang hanya teman, Untuk saat ini. Maksudku, ya dulu kami memang memiliki hubungan khusus, tapi sekarang kami berteman.”
“Ah, sudah kukira”

Keheningan kembali terjadi selama beberapa saat.

“Aku—u turut senang karena sekarang Justin tampak bahagia bersama mu. Aku senang bisa melihat senyumannya.” Ucap Summer dengan senyuman palsunya.
Selena menghembuskan nafasnya pelan, “Bukan aku yang membuatnya tersenyum.”
“Ku tau dia tersenyum karena bersama mu. Dia tampak jauh berbeda dari sebelum kau kembali bersamanya, dia lebih hidup sekarang.”
“Ya, dia jauh terlihat lebih hidup sekarang, tapi itu bukan karena aku. Ada orang lain yang membuatnya menjadi seperti sekarang.”
“Siapa?” Tanya Summer penasaran.
“Kau akan mengerti suatu saat nanti”, jawab Selena tersenyum penuh arti. Tidak lama Justin dan Kevin pun kembali membawa ice cream pesanan kedua gadis trsebut. Summer pun mengambil ice cream nya dari kevin dan memakan ice cream tersebut sambil pikirannya melayang memikirkan perkataan Selena barusan.


Tidak terasa waktu telah memasuki tengah hari. Summer yang sudah merasa sangat canggung pun meminta kepada Kevin untuk pulang. Kevin pun akhirnya menuruti gadis itu dan berpamitan dengan Justin dan Selena, kemudian lelaki itu mengantar Summer pulang ke rumahnya.


Summer kini tengah berada di kamarnya, duduk berfikir di atas kamarnya. Potongan kejadian siang tadi masih terngiang di memori gadis tersebut membuatnya merasa sedih, tapi kemudian gadis itu kembali mengingat kata-kata Selena yang tidak ia mengerti.

“Ya, dia jauh terlihat lebih hidup sekarang, tapi itu bukan karena aku. Ada orang lain yang membuatnya menjadi seperti sekarang.”

Siapa orang itu? Kalau bukan Selena lantas siapa? Kenapa ia harus mengerti? Berbagai pertanyaan di lontarkan tetapi Summer tetap tidak menemukan jawabannya dan memutuskan untuk mengistirahatkan otak dan batinnya.

***

            Sehari telah berlalu sejak kejadian Justin kembali bertemu dengan Summer dan Kevin. Lelaki itu merasa tidak tenang setiap mengingat kedekatan gadis itu dengan mantannya. Justin merasa heran kenapa gadis tersebut bisa kembali dekat dengan lelaki tersebut dengan semua yang telah lelaki itu lakukan pada gadis tersebut. Dan kini Justin tidak mengerti kenapa ia terus memikirkan gadis tersebut, kenapa ia merasa benar-benar ingin tau ada hubungan apa antara kedua orang tersebut.
            Justin mengguling-gulingkan badannya di kasur tidak tenang. Bayangan kedekatan gadis itu dengan Kevin di taman kemarin membuatnya kesal bukan main. Terlebih lagi gadis itu tampak tertawa bahagia dengan lelaki tersebut sedangkan sika gadis tersebut dengan dirinya justru terlihat canggung, ya meski tidak di pungkiri Justin juga merasa canggung saat bertemu gadis itu di saat ia sedang bersama Selena. Justin benar-benar tidak mengarti dengan dirinya sendiri. Tapi pada akhirnya ia memutuskan untuk menanyakan langsung hubungan gadis tersebut dengan Kevin melalui pesan.
            Justin mulai menulis pesan singkat kepada Summer, tetapi beberapa kali lelaki itu tampak kembali menghapus pesan tersebut dan mengetik yang baru kembali. Hingga pada akhirnya satu pesan benar-benar ia kirim pada gadis tersebut.


            Setengah jam Justin menunggu pesan balasan dari gadis tersebut tapi tak kunjung datang pula. Lelaki itu kembali resah. Tapi semua itu tergantikan saat tiba-tiba pesan balasan datang. Justin dengan cepat segera membuka pesan tersebut, tapi kemudian badan lelaki tersebut membeku saat membaca pesan dari gadis tersebut.

            From: Summer Grins
Maaf, Ini siapa ya?
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar